Indonesia Flag Furniture Design Contest 2026
+62 811 3831 5745 @woodara.shoop @woodaraindonesia
Pemungutan suara

Pilih Favorit Anda Vote Publik

Berdasarkan hasil seleksi dewan juri, proyek-proyek berikut berhasil melaju ke babak final kompetisi. Jelajahi setiap koleksi di bawah ini, pilih karya favorit Anda, dan berikan suara untuk membantu menentukan pemenang kompetisi.

01
Naufal Ibra Syahroni
KADA Collection

Koleksi KADA terinspirasi dari tradisi Ma'kombongan masyarakat Toraja, yang menekankan pentingnya percakapan, kebersamaan, dan saling menghargai. Nilai-nilai tersebut diterjemahkan ke dalam furnitur kontemporer dengan konstruksi kayu yang jujur, sambungan yang diekspos, serta penggunaan anyaman rotan sebagai elemen utama. Setiap desain menghadirkan kenyamanan ergonomis dan menciptakan ruang yang mendukung interaksi serta mempererat hubungan antarpengguna.

02
Aprillia Anjani Putri
Situ Collection

Koleksi SITU mengangkat eceng gondok sebagai material furnitur kontemporer dengan memadukan pengetahuan pengrajin lokal dan desain modern. Material ini dipadukan dengan kayu jati solid untuk menciptakan furnitur yang kuat, nyaman, dan mencerminkan warisan kerajinan Indonesia. Terinspirasi oleh danau (situ), koleksi ini menekankan pendekatan yang berpusat pada pengguna serta desain berkelanjutan yang menghormati lingkungan dan tradisi lokal.

03
Ammar Munadi Suweco
KEEL Collection

Koleksi KEEL terinspirasi oleh warisan maritim masyarakat Makassar dan filosofi lunas kapal (keel) sebagai struktur utama yang melambangkan kekuatan, stabilitas, dan ketahanan. Bentuk sampan dayung, haluan perahu, serta karakter konstruksi kapal diterjemahkan ke dalam siluet furnitur dengan garis yang sederhana dan proporsi yang kokoh. Menggunakan kayu sungkai, kain bertekstur, dan finishing hitam dengan serat kayu yang tetap terlihat, koleksi ini memadukan identitas maritim Indonesia dengan desain kontemporer yang elegan.

04
Maria Alfani Bestari
SELA Collection

Koleksi SELA didasarkan pada konsep Boundary Overlap, yang menggambarkan bagaimana elemen-elemen berbeda dapat saling terhubung dan berinteraksi tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. Konsep ini dipadukan dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika, sehingga hubungan antar struktur, material, fungsi, dan proporsi menjadi dasar utama dalam proses perancangan. Koleksi ini menggunakan kayu mindi, anyaman eceng gondok dan rotan, serta kain bouclé untuk menghadirkan furnitur kontemporer yang menyeimbangkan karakter material dengan kesatuan desain.

05
Rendra Firdaus
RIPA Collection

Koleksi RIPA terinspirasi oleh lanskap Gunung Bromo, khususnya hamparan Lautan Pasir yang terus berubah karena hembusan angin. Karakter alam tersebut diterjemahkan ke dalam bentuk organik, proporsi yang ringan, serta detail armrest bertekstur menyerupai riak pasir tanpa meniru lanskapnya secara langsung. Menggunakan kayu Sono Keling sebagai material utama, koleksi ini menghadirkan furnitur kontemporer yang mengutamakan kenyamanan ergonomis, kejujuran konstruksi, dan identitas desain Indonesia.

06
Studio Gwata
(Persyaratan tahap ini tidak terpenuhi — tidak mengikuti pemungutan suara)

Koleksi Solid Fluid terinspirasi oleh bentuk-bentuk alami yang mengalir, memadukan kehangatan kayu dengan presisi baja tahan karat dalam desain kontemporer. Aksen hitam-putih yang terinspirasi dari motif poleng Bali melambangkan keseimbangan antara tradisi dan kemajuan, serta kekuatan dan ketenangan. Menggunakan kayu jati, stainless steel, dan kain berlapis sebagai material utama, koleksi ini menghadirkan furnitur yang fungsional, nyaman, berkelanjutan, dan mudah menyatu dengan berbagai ruang arsitektur.

07
Fransisko Agung Aprilian
Cosmological Collection

Koleksi Cosmological Collection menerjemahkan nilai-nilai kosmologi Indonesia ke dalam furnitur kontemporer tanpa meniru bentuk tradisional secara langsung. Desainnya terinspirasi oleh arketipe seperti Plengkung Gading, Jineng Bali, pohon jati, dan bentuk tapal kuda yang diwujudkan melalui struktur sederhana, proporsi ergonomis, serta material yang jujur. Menggunakan kayu jati, anyaman ketak Lombok, dan detail logam, koleksi ini memadukan keahlian kriya lokal dengan desain yang fungsional, abadi, dan relevan untuk kehidupan modern.

08
Liborius Dimas Sangsi Sabari
NARRASET Collection

NARRASET menghadirkan koleksi furnitur yang menyeimbangkan kebutuhan ruang publik dan kenyamanan ruang privat melalui tiga prinsip utama: kekuatan, ergonomi, dan estetika. Koleksi ini menggunakan kayu jati solid, kain chenille, dan kaca hitam untuk menciptakan furnitur yang tahan lama, nyaman digunakan, serta memiliki karakter elegan yang tidak berlebihan. Setiap detail dirancang agar fungsional sekaligus menghadirkan suasana hangat dan mewah dalam kehidupan sehari-hari.

09
Besar Panguji
Dvārapāla Collection

Koleksi Dvārapāla terinspirasi oleh patung penjaga Dwarapala di Bali yang melambangkan kekuatan dan perlindungan. Karakter tersebut diterjemahkan ke dalam bentuk furnitur dengan siluet tegas, lekukan yang harmonis, serta perpaduan kayu, kulit anyaman, dan kain yang merefleksikan tekstur serta pola khas Bali. Koleksi ini memadukan warisan budaya Bali dengan desain kontemporer untuk menghadirkan furnitur yang kokoh, elegan, dan relevan bagi ruang modern.

10
Muhammad Rizky Zaelani
Pakatta Collection

Koleksi Pakatta terinspirasi oleh tradisi pernikahan Betawi dan mengangkat nilai kebersamaan, keramahan, serta semangat berbagi ke dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai elemen budaya seperti Kue Bugis, Kue Cincin, dan Tenong diterjemahkan menjadi bentuk furnitur kontemporer yang tetap mempertahankan makna simbolisnya. Menggunakan kayu mahoni, bambu anyaman, resin bening, serta material pelapis, koleksi ini memadukan warisan budaya Betawi dengan desain modern yang hangat dan fungsional.

11
Muhamad Fadilah Fatah
Pusaka Collection

Koleksi Pusaka terinspirasi oleh benda-benda pusaka bersejarah yang mencerminkan warisan budaya, nilai sejarah, dan keindahan yang abadi. Desainnya mengadaptasi bentuk serta proporsi artefak tradisional dan memadukannya dengan pendekatan kriya yang menonjolkan kualitas pengerjaan tangan. Menggunakan kayu jati, rotan alami, tali anyaman, dan aksen kuningan berlapis emas, koleksi ini menghadirkan furnitur yang menghormati tradisi sekaligus dirancang untuk menjadi warisan yang dapat diteruskan dari generasi ke generasi.

12
Daniel Noverian Setiawan
Ramu Collection

Koleksi Ramu terinspirasi oleh tikar, yang sejak lama menjadi bagian dari budaya Nusantara sebagai simbol kebersamaan, kesederhanaan, dan keterampilan menganyam. Alih-alih meniru bentuk tikar secara langsung, koleksi ini menerjemahkan karakter fleksibel dan logika anyamannya ke dalam furnitur kontemporer melalui bentuk yang mengalir dan konstruksi yang harmonis. Menggunakan kayu mahoni, serat abaka, kuningan, kaca bertekstur, dan material pelapis, koleksi ini memadukan nilai budaya Indonesia dengan desain modern tanpa kehilangan identitasnya.

13
Dewi Aprilasari
The Weave of Harmony

Koleksi The Weave of Harmony (Jalinan Harmoni) mengangkat filosofi keterhubungan (interconnectedness) dengan memadukan kearifan lokal dan desain kontemporer. Terinspirasi dari anyaman rotan, setiap furnitur dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara tradisi dan modernitas, alam dan teknologi, serta estetika dan kenyamanan. Menggunakan material alami seperti kayu, rotan, kulit, batu alam, dan logam, koleksi ini menonjolkan kualitas kriya, presisi konstruksi, serta desain yang ergonomis dan berkelanjutan.

14
Aris Restu Panjawi
(Persyaratan tahap ini tidak terpenuhi — tidak mengikuti pemungutan suara)

Koleksi Joglo terinspirasi oleh rumah tradisional Jawa yang kaya akan filosofi, kehangatan, dan nilai budaya. Karakter khas seperti bentuk atap limasan, struktur tiang, serta sambungan kayu tradisional diterjemahkan ke dalam furnitur kontemporer dengan tetap mempertahankan esensi dan identitasnya. Menggunakan kayu jati lokal bersertifikat FSC dan melibatkan perajin lokal dalam proses pembuatannya, koleksi ini menghadirkan desain yang autentik, berkualitas, dan dirancang agar tetap relevan sepanjang waktu.

15
Kevin Ndeoha
NYAWAH Collection

Koleksi Nyawah terinspirasi oleh tradisi bertani di sawah sebagai simbol memberi, merawat, dan mewariskan kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Nilai gotong royong, aliran irigasi, serta bentuk cangkul diterjemahkan ke dalam desain yang ringan, terbuka, dan saling terhubung, mencerminkan semangat kebersamaan dan hubungan manusia dengan alam. Menggunakan kayu jati, rotan, serta anyaman loom dengan bantalan kain, koleksi ini menghadirkan keseimbangan antara kearifan lokal, kenyamanan, dan desain kontemporer.

16
Gege Noby Priohananto
Borobudur Collection

Koleksi Borobudur terinspirasi oleh relief Karmawibhangga di Candi Borobudur yang merepresentasikan filosofi keseimbangan, perjalanan hidup, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam. Motif anyaman rope berbentuk diamond dengan gradasi warna dari gelap ke terang melambangkan perjalanan menuju pencerahan melalui konsep Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Menggunakan kayu jati, rope, dan kain, desain ini memadukan elemen alami dan kontemporer untuk menghadirkan furnitur yang fungsional sekaligus mencerminkan identitas budaya Indonesia.

17
Guida Patricia
ANTARA Collection

Koleksi ANTARA terinspirasi oleh pengalaman hidup di antara tempat, budaya, dan identitas yang berbeda. Melalui teknik ukir kayu tradisional Jepara, koleksi ini merepresentasikan kisah, ingatan, dan hubungan budaya yang dibawa oleh komunitas diaspora ke dalam kehidupan sehari-hari. Dirancang sebagai bangku multifungsi dengan nampan yang dapat dilepas, desain ini menonjolkan kesederhanaan, materialitas, serta nilai kerajinan tradisional Indonesia.

18
Abigail Kalyca Zarkis
Lura - Chair

Lura Chair memadukan estetika modern dengan kenyamanan ergonomis melalui rangka lengkung dari kayu jati solid yang menonjolkan keindahan serat alaminya. Sandaran menggunakan teknik anyaman presisi dari serat alam yang memberikan fleksibilitas, sirkulasi udara, serta memperkuat nilai kriya lokal. Dipadukan dengan bantalan berbahan kain katun lokal, kursi ini menghadirkan desain yang fungsional, nyaman, dan mencerminkan identitas material serta kerajinan Indonesia.

19
Michael Tarigan
JABU Collection

Koleksi JABU terinspirasi oleh rumah adat Karo yang melambangkan kebersamaan, ikatan kekeluargaan, dan filosofi Rakut Sitelu. Proporsi serta konstruksinya mengadaptasi karakter rumah tradisional tersebut ke dalam koleksi ruang makan dengan bentuk yang sederhana, jujur, dan harmonis. Menggunakan kayu jati sebagai material utama serta aksen marmer onyx merah pada meja yang melambangkan keberanian, koleksi ini memadukan nilai budaya Karo dengan desain kontemporer yang abadi.

20
Sekar Manda
Nusangga Collection

Koleksi Nusangga terinspirasi oleh arsitektur vernakular Indonesia, khususnya rumah adat Toraja, Sumba, dan Nias. Bentuk atap melengkung, kolom vertikal, serta elemen diagonal diterjemahkan ke dalam desain furnitur kontemporer yang menyeimbangkan garis lengkung dan linear. Menggunakan kayu jati solid, baja tahan karat, dan bantalan berlapis kain, koleksi ini memadukan kehangatan material alami dengan presisi konstruksi modern, menciptakan desain yang ringan, harmonis, dan tetap berakar pada identitas Nusantara.